home Lifestyle 5 Alasan Kenapa Sulit Dapat Pinjaman Uang Dadakan saat Lebaran

5 Alasan Kenapa Sulit Dapat Pinjaman Uang Dadakan saat Lebaran

Bagi umat Islam, momen Lebaran jadi salah satu yang paling ditunggu. Bagaimana kalau jelang Lebaran justru kehabisan uang? Mau cari pinjaman uang dadakan rasanya berat. Seolah-olah jalan tertutup. Setiap masalah selalu ada solusinya. Untuk menemukan solusinya, ketahui dulu sumber masalah yang menghambat langkah Anda tersebut.

1. Berpikiran Pendek

Ketika meminjam uang, bukan berarti beban Anda bertambah. Itu tergantung bagaimana cara Anda memandangnya. Coba visualisasikan ketika Anda tidak bisa pulang gara-gara uang mepet atau bahkan habis sama sekali. Keluarga sudah rindu. Ibu, bapak, adik, dan lain-lain. Orang yang tidak mudik pada momen Lebaran bisa dihitung jari.

Apakah Anda akan menambah daftarnya? Ketika Anda terbiasa berpikiran pendek, seringkali uang mudah habis. Soalnya begitu keinginan muncul, langsung dikabulkan. Padahal hal itu kurang bagus untuk masa depan. Bahkan bisa menghalangi Anda untuk mendapatkan pinjaman berikutnya, andaikata pinjamnya pada teman.

2. Sering Terlambat Membayar

Entah kepada bank atau pada teman, dua-duanya sama saja. Ketika tenggat waktu pelunasan sudah ditetapkan, pihak yang meminjami uang berharap Anda mengembalikannya tepat waktu. Kalau bisa lebih cepat ya lebih baik. Beda ceritanya ketika Anda terlambat atau sengaja terlambat membayar. Pinjaman berikutnya pasti mengalami kesulitan.

Hal tersebut semakin jelas ketika suatu hari Anda meminjam uang ke bank. Di Bank Indonesia itu ada riwayat peminjaman yang Anda lakukan. Setiap gerakan transaksi di bank swasta secara otomatis tercatat oleh BI. Sebagai bank sentral, BI berhak mengawasi apa yang ada pada bank lainnya. Di situlah akar masalahnya kenapa sulit meminjam uang lagi ke bank.

3. Pikiran Negatif tentang Pinjaman ke Semua Pihak

Barangkali selama ini Anda belum pernah meminjam uang sama sekali. Jadi, begitu ada keinginan untuk mengambil pinjaman uang dadakan, rasanya jadi berat. Pikiran dan hati Anda dipenuhi dengan ketakutan demi ketakutan. “Jangan-jangan nanti tidak bisa bayar, jangan-jangan ini ilegal, jangan-jangan lama konfirmasinya, dan jangan-jangan lainnya.”

Ada pepatah kuno yang sudah sangat terkenal, bahwa hidup manusia tergantung dari apa yang dipikirkan. Ketika Anda berpikiran buruk, maka hal buruk yang terjadi. Begitu pula dengan sebaliknya. Pikiran buruk juga sangat berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan Anda. Jadi, bukalah pikiran, dan percayalah kalau meminjam uang itu tidak bahaya.

4. Khawatir Konfirmasinya Lama

Hampir sama dengan poin sebelumnya. Rasa kekhawatiran juga bisa bikin pinjaman sulit didapatkan. Katakanlah sudah tanggal-tanggal akhir di bulan Ramadhan. Uang Anda menipis dan butuh sekali tambahan. Kemudian Anda mencari-cari informasi tentang pinjaman uang di bank. Soalnya Anda enggan pinjam pada teman.

Anda pun mendapatkan informasi, bahwa rata-rata proses konfirmasi hingga pencairan dana di bank itu lebih dari 3 hari. Bahkan ada yang sampai seminggu. Lalu pikiran dan hati Anda dikuasai dengan perasaan khawatir. Padahal ada bank yang konfirmasinya kurang dari 24 jam. Dana pun mudah cair dalam waktu sangat dekat. Namanya KTA Tunaiku.

5. Terlalu Mengharapkan THR dari Atasan

THR telah menjadi tradisi dan bagian dari momen Lebaran untuk para pekerja. Bukan berarti setiap tempat memberikan THR untuk para pekerjanya. Jadi sebisa mungkin harapan dapat THR kurangi saja. Faktanya lihat isi kantong, bukankah kosong? Kalau berharap THR terus, nanti tidak bisa pulang.

Jumlah pinjaman uang dadakan bisa Anda atur sendiri. Apakah mau banyak atau sedikit. Kalau sifatnya untuk tambahan, kira-kira 2-3 juta Rupiah cukup. Bagi yang bekerja dan mudik di Pulau Jawa, uang dengan jumlah itu biasanya lebih dari cukup. Beda dengan yang ada di pulau-pulau seperti Kalimantan, Sulawesi, apalagi Papua.

Like and Share ya 🙂

shares