home Others Crowdfunding vs Peer to peer lending (P2P), Pinjaman Online Mana yang Cocok untuk Bisnis Anda?

Crowdfunding vs Peer to peer lending (P2P), Pinjaman Online Mana yang Cocok untuk Bisnis Anda?

Di zaman sekarang, kecenderungan milenial untuk bekerja di perusahaan sebagai karyawan semakin berkurang. Era yang kini berkembang adalah menjadi seorang entrepreneur, baik itu dalam bentuk bisnis konvensional maupun bisnis yang sangat identik dengan anak muda: startup. Gabungan antara ide segar dan teknologi pinjaman online dapat menghasilkan bisnis besar yang menguntungkan.

Namun, terlalu naif rasanya apabila beranggapan bahwa bisnis dapat berjalan hanya dengan mengandalkan ide segar di otak. Semua bisnis pasti memerlukan modal, bahkan terkadang dalam jumlah yang tidak sedikit. Sayangnya, tidak semua orang yang ingin mendirikan bisnis telah memenuhi syarat mengajukan pinjaman ke lembaga perbankan.

Tak mengherankan apabila dulu banyak orang berpendapat bahwa mencari modal adalah salah satu tahap tersulit untuk menjadi seorang pebisnis. Namun kini semuanya telah berubah. Dengan pinjaman online, Anda bisa mendapatkan modal dengan lebih mudah.

Namun apakah Anda tahu, bahwa pinjaman online yang dikeluarkan oleh lembaga financial technology (fintech) terdapat dua jenis: peer to peer lending (P2P) dan crowdfunding? Apakah Anda sudah mengenal dengan baik perbedaan antara keduanya? Mari kita simak ulasannya berikut ini.

Peer to peer lending (P2P) adalah sistem atau platform  yang menjembatani antara peminjam dana (debitur) dan pemberi pinjaman (kreditur). Uang yang dipinjam ini dibebani sejumlah bunga yang harus dibayar setiap bulannya. Meski begitu, pada kenyataannya debitur dan kreditur ini tidak benar-benar bertemu secara fisik satu sama lain.

Berbeda dengan lembaga keuangan lainnya, seperti bank contohnya, meminjam uang menggunakan perantara P2P dapat dilakukan tanpa menggunakan agunan atau jaminan. Namun tetap saja, pinjaman yang telah disetujui ini terikat dengan sejumlah aturan yang berlaku mengenai kewajiban debitur kepada kreditur.

Sedangkan crowdfunding sistemnya sedikit berbeda. Dilihat dari arti katanya, crowdfunding adalah suatu sistem atau platform yang memungkinkan untuk terjadinya urun dana dari banyak orang. Persamaannya dengan P2P adalah, crowdfunding juga melibatkan tiga pihak sekaligus: pengelola platform, pemberi dana, dan pemilik proyek yang akan didanai.

Uniknya, karena crowdfunding mengandalkan orang-orang yang berminat untuk urun dana, maka apabila Anda memiliki suatu ide proyek brilian dan ingin didanai dengan cara ini, Anda harus melakukan presentasi tentang ide bisnis atau proyek Anda. Harus dilakukan semenarik mungkin agar semakin banyak orang yang tergugah dan mau berkontribusi dalam pemberian dana.

Pinjaman Online TerbaikAda dua perbedaan mendasar antara dua sistem ini. pertama, sistem P2P mengharuskan Anda untuk menyetujui perjanjian tertulis tentang sejumlah dana yang Anda pinjam dari investor dan bagaimana rincian kewajiban dan mekanisme pengembalian dana tersebut. Anda juga wajib memberi segala informasi rinci bisnis yang ingin dijalankan sesuai perjanjian.

Sedangkan pada sistem crowdfunding, Anda tidak perlu menyerahkan detail informasi proyek atau bisnis yang ingin didanai karena dana tersebut sifatnya sukarela. Tidak perlu juga menandatangani surat perjanjian baku karena sifat crowdfunding yang tidak mengikat.

Karena sifatnya yang tidak mengikat, maka tak mengherankan apabila satu-satunya yang dituntut dari Anda adalah kemampuan komunikasi yang mumpuni. Presentasi harus dilaksanakan semaksimal mungkin apabila Anda sungguh-sungguh mengharapkan orang untuk mau mendanai proyek ini. Proses ini semua dilakukan di dalam platform online tersebut. Tidak ada pertemuan fisik, semua berjalan digital.

Jadi, cara mana yang paling sesuai untuk diterapkan? Tentu semua bergantung dengan tujuan Anda di awal. Apabila bisnis yang ingin Anda dirikan sepenuhnya berorientasi profit, akan sulit menggerakkan hati para pemberi dana dengan sistem crowdfunding. Selain itu karena sifatnya yang sukarela, tentu akan sulit mengharapkan Anda bisa mendapat banyak dana.

Berbeda dengan crowdfunding, apabila dari awal proyek yang ingin diajukan bersifat sosial, memiliki dapak positif ke masyarakat luas, dan tidak sepenuhnya berorientasi profit, tentu akan jauh lebih mudah mendapat sokongan dana dari pemberi dana crowdfunding. Dengan visi misi yang berorientasi pada kemaslahatan umat banyak juga dengan sendirinya memudahkan Anda menyusun presentasi.

Karena itulah, sebelum memutuskan pinjaman online mana yang ingin dipilih, telaah terlebih dahulu alasan dan dampak sosial masyarakat yang diproyeksikan akan timbul dari bisnis tersebut. Dan saat anda benar benar telah memutuskan untuk melakukan pinjaman online anda dapat melakukan perbandingan dari beberapa penyedia jasa keuangan dan salah satunya dalah cekaja.com. CekAja.com ini juga didukung oleh beberapa mitra bank dan berbagai lembaga asuransi tepercaya di Indonesia. Oleh karenanya, produk dan layanan dari CekAja.com ini selalu diperbarui dan diperluas untuk dapat mencakup berbagai jenis kredit seperti pada laman berikut https://www.cekaja.com/kredit/pinjaman-online/ dan juga produk keuangan konsumen lainnya.

Like and Share ya 🙂

shares