home Lifestyle Tidak Sekadar Wangi, Parfum Memiliki kisahnya Sendiri

Tidak Sekadar Wangi, Parfum Memiliki kisahnya Sendiri

Saat ini, parfum bukan hanya sekadar pelengkap penampilan. Namun, keberadaan parfum sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Seiring berkembangnya trend fashion, maka trend parfum juga berkembang tak kalah pesat. Beberapa rumah mode kenamaan meluncurkan parfum koleksi mereka yang umumnya disesuaikan dengan trend fashion yang ditawarkan.

Pada awalnya dahulu, wewangian didapat dari aroma pembakaran dupa. Bisa jadi itulah awal dikenalnya parfum, yang diambil dari bahasa latin, perfumare yang memiliki arti ‘melalui asap’. Seiring berjalannya waktu, perkembangan parfum cukup pesat. Baik secara jenisnya, maupun aromanya.

Ada dua kategori yang membedakan aroma parfum. Yaitu kategori femme (wewangian beraroma feminin untuk kaum hawa) dan homme (wewangian beraroma maskulin untuk kaum adam). Namun, pembagian kategori ini pun tidak mutlak. Sebab ada beberapa produsen parfum yang lebih memeilih meluncurkan parfum dengan kategori unisex yang cocok digunakan baik pria maupun wanita.

Pernah mendengar bahwa parfum mencerminkan kepribadian kita? Pendapat ini benar, namun bisa juga tidak tepat. Pemilihan parfum juga bisa berdasarkan mood. Sehingga tak heran ada orang yang memiliki koleksi wewangian dengan aroma yang bertolak belakang.

Dalam memilih parfum, sebaiknya tidak terburu-buru. Ada kalanya saat berada di toko, kita menyukai aromanya. Tapi esoknya, kita merasa menyesal telah membelinya. Untuk menghindari hal ini, sebaiknya benar- benar memilih parfum dengan cermat dan tidak tergesa-gesa.

Beberapa orang menyarankan, saat akan membeli parfum sebaiknya tidak mencium aromanya di toko. Kondisi toko yang menjual aneka parfum dari berbagai merk akan membuat indera penciuman kita tidak maksimal dalam menghidu aroma parfum yang dipilih. Ada baiknya menyemprotkan parfum pada blotting paper (kertas parfum). Kemudian menjauh dari aroma parfum lain, dan berkonsentrasi pada aroma parfum di kertas tersebut.

Saat memilih parfum, Sebaiknya tidak mencoba lebih dari lima aroma. Sebab, jika kita melakukannya, indera penciuman kita akan kesulitan mendeteksi aroma masing-masing parfum. Sebelum mencoba aroma parfum, cek terlebih dahulu deskripsi aroma yang tertera pada kemasan parfum.

Walaupun lebih praktis, membeli parfum secara online bukanlah pilihan terbaik. Sebab parfum akan bereaksi pada kulit dan minyak alami tubuh. Hal ini membuat aroma parfum akan sedikit berubah. Namun, lain halnya jika yang kita beli secara online adalah parfum favorit yang sering kita pakai. Tentunya kita sudah mengenal aromanya. Sehingga resiko tidak cocok saat membeli online akan berkurang.

Bingung memilih jenis parfum? Pada dasarnya parfum dibedakan berdasarkan tingkat kepekatan essensialnya. Perfume adalah jenis parfum dengan kadar esensial tinggi. Besarnya hingga 30% atau lebih. Sehingga jenis ini akan memiliki aroma yang bertahan lebih lama dibandingkan jenis parfum lainnya.

Jenis parfum berikutnya adalah eau de perfume. Parfum jenis ini memiliki kadar kepekatan hingga 20%. Sedangkan yang lebih rendah dari itu adalah eau de toilette dengan kadar kepekatan esensial 10%. Ada juga eau de cologne. Jenis ini memiliki kadar essensial kurang dari 10%. Itulah makanya jenis ini bisa diaplikasikan berulang dalam sehari. Sedangkan yang kepekatan esensialnya lebih tinggi, cukup diaplikasikan sekali saja.

Pada dasarnya, setiap parfum memiliki tiga note aroma. Yang pertama adalah top note. Ini merupakan aroma yang tercium saat awal parfum disemprotkan. Aroma ini akan memudar dalam waktu kurang dari 10 menit. Kemudian aroma yang menyusul adalah middle note. Aroma ini mampu bertahan beberapa jam sebelum digantikan oleh base note, yang merupakan aroma inti dari parfum tersebut.

Untuk itu, dalam memilih parfum, sebaiknya juga memerhatikan note aromanya. Ada kalanya, kita hanya fokus pada top note dan middle note saja. Sehingga tak jarang tiba-tiba merasa tidak cocok dengan parfum yang dipilih saat memasuki base note. Maka, pastikan menyukai aroma pada setiap lapisan parfum yang dipilih. Penjelasan pada brosur atau kemasan parfum dapat membantu mengenali lapisan aroma pada parfum yang akan dipilih

Percampuran aroma parfum dengan aroma alami tubuh masing-masing orang juga perlu diperhatikan. Itulah sebabnya beberpa aroma parfum kurang cocok pada kondisi cuaca tertentu. Misalnya aroma vanila, yang bagi beberpa orang justru terkesan memuakkan saat bercampur dengan keringat di iklim tropis. Untuk daerah panas dan tropis justru lebih disaran kan aroma segar seperti citrus dan buah-buahan lain. Namun, Anda juga bisa memilih aroma floral yang lebih netral dalam segala suasana.

Selain aroma alami tubuh, aroma dari produk kecantikan yang kita gunakan juga akan membuat aroma parfum yang kita pakai jadi campur aduk. Untuk amannya, gunakan produk kecantikan seperti body lotion yang memiliki aroma netral. Ada beberapa produsen kosmetik yang mengeluarkan rangkaian perawatan kulit dan deodoran yang memiliki aroma sama dengan parfumnya. Hal ini ditujukan agar aroma yang kita gunakan tidak campur aduk dan membuat pusing.

Panas matahari dapat merusak komposisi parfum. Hal ini membuat aroma parfum berubah. Itulah sebabnya, sebaiknya menempatkan parfum di tempat yang sejuk, memiliki suhu stabil, dan terhindar dari paparan sinar matahari secara langsung. Penyimpanan yang tepat membuat aroma parfum lebih terjaga.

Manakah bagian tubuh yang paling tepat untuk menyemprotkan parfum? Agar aroma parfum bekerja maksimal, sebaiknya semprotkan pada titik-titik nadi. Misalnya di belakang telinga, pergelangan tangan, bagian dalam siku, atau belakang lutut. Namun, untuk menghindari aroma yang berlebihan, sebaiknya disemprotkan pada dua titik saja.

menyemprotkan parfum

Ada kalanya orang menyemprotkan satu pergelangan tangan dengan parfum, kemudian menggosokkannya dengan pergelangan tangan satunya. Cara ini kurang tepat. Sebab, panas yang dihasilkan saat menggosokkan pergelangan tangan itu akan merusak struktur parfum. Ini bisa menyebabkan aroma parfum berubah. Cara yang paling tepat adalah dengan menyemprotkan parfum pada kedua pergelangan tangan tanpa perlu menggosokkannya.

Selain itu, hindari menyemprotkan parfum pada pakaian. Selain aromanya tidak tahan lama, parfum bisa jadi meninggalkan noda pada pakaian kesayangan. Jika terpaksa menyemprotkan pada pakaian, sebaiknya semprotkan pada bagian dalam, untuk menghindari timbulnya noda pada pakaian. Ada juga jenis bahan pakaian yang memicu timbulnya keringat berlebih. Sehingga aroma parfum menjadi terganggu.

Perlu diingat juga bahwa ada kalanya bahan penyusun parfum menimbulkan reaksi alergi pada kulit. Reaksi itu bisa berupa gatal, ruam, bahkan menimbulkan radang yang dapat memicu infeksi. Untuk itu, tak ada salahnya jika melakukan percobaan lebih dahulu. Semprotkan pada kulit, jika dalam waktu dua jam tidak muncul reaksi alergi, maka Anda bisa menggunakan parfum itu.

Ada baiknya memiliki koleksi parfum dengan aroma berbeda untuk setiap kesempatan. Parfum dengan aroma ringan cocok untuk dikenakan saat santai. Sedangkan parfum dengan aroma lebih kuat dan pekat, akan lebih cocok untuk acara khusus. Pemilihan aroma yang tepat, selain akan meningkatkan mood dan kepercayaan diri, juga akan membuat orang lain merasa nyaman berada dekat dengan kita.

Like and Share ya 🙂

shares